Cara Konstruktif Melibatkan Peserta Didik yang Meringankan PekerjaanGuru


Melibatkan peserta didik adalah strategi kita untuk membantu mereka aktif daripada pasif.

Karena dengan mereka aktif, perolehan belajar mereka akan lebih banyak, daripada banyak diam. Seperti istilah berikut:
  • saya dengar saya lupa,
  • saya lihat saya ingat,
  • saya lakukan saya paham.

Hal tersebut benar adanya. Sehingga cara pembelajaran masa kini lebih terfokus pada saya lakukan saya paham.

Aplikasinya dalam pelajaran menjadi:
  • meminta pendapat,
  • umpat balik,
  • bermain game.

Namun sadarkah anda, hal tersebut memang ranahnya aktivitas belajar mereka. Atau dengan kata lain, memang kewajiban mereka dalam belajar.

Jadi...

...kenapa tidak sekalian aktivitas/ tugas kita sebagai guru yang kita libatkan dengan mereka?

Selain pekerjaan kita lebih ringan, efektif, namun juga ada pembelajaran bagi anak dari segi lain, seperti: cara bekerja, bersikap, tanggung jawab, kerjasama.

Lalu bagaimana caranya agar tugas rutin kita bisa membuat mereka terlibat seperti yang saya maksud? Caranya yaitu dengan mendelegasikan.

Artinya tugas kita kita serahkan kepada anak didik, atau dikerjakan bersama-sama kita.

Jika anda masih bingung, berikut 3 contoh yang bisa saya berikan.
  1. Mendelegasikan kepada mereka, memeriksa pekerjaan rumah (PR) dengan bertukar buku teman.
  2. Mendelegasikan mengabsen kehadiran.
  3. Mendelegasikan membagi buku.

Dengan cara tersebut akan ada sesuatu yang terbangun antara anda dengan peserta didik. Mereka akan merasa:
  1. dipercaya,
  2. belajar bertanggungjawab,
  3. percaya dengan teman,
  4. kerjasama,
  5. ada koneksi yang terbangun antar individu,
  6. lebih kenal mengenal dengan semua teman-temannya,
  7. belajar cara bersikap
  8. belajar cara mengkoordinir,
  9. dan lain-lain.

Mungkin sebenarnya terlihat sepele, namun sangat luar biasa manfaatnya.

Coba anda perhatikan, anda lebih suka mana:
  • anak didik yang hanya diam, dan mendengarkan pelajaran anda;
  • anak didik yang kemampuannya terbatas namun sikapnya dengan anda sangat luar biasa, dia ringan tangan membantu anda, membagi buku, menulis di papan tulis.

Anda ingat gak juga sewaktu sekolah dahulu? Sikap kita seperti ini kepada guru, biasanya mendapat nilai plus tho?
  • ada hubungan positif yang terbangun;
  • ada relasi yang didapat,
  • diinget guru,
  • Banyak dipercaya seperti mengikuti lomba, dipercaya mewakili kelas bahkan sekolah, dan lain-lain.

Artinya ada pelajaran yang didapat, keterlibatan peserta didik dengan guru di luar aktivitas belajar, seperti: seni cara bersikap, cara berkomunikasi, cara berkorelasi, cara berkolaborasi, melihat konteks.

Kabar baiknya, anak-anak seperti ini yang kebanyakan akan berhasil di masa depan.

Karena saya mengalami sendiri dan sudah banyak melihat, seorang murid yang berhasil dan sukses. Setelah lulus sekolah, kuliah, bekerja, cara bekerja mereka seperti ini karir mereka lebih cepat melesat.

Kebanyakan dari mereka tidak banyak menghiraukan dengan istilah "bekerja lebih". Sehingga lebih disukai orang banyak, teman-teman, rekan kerja, atasan.

Jadi, prinsip ini saya kira, perlu ditanamkan sejak dini. Namun sedikit catatan, bukan bearti kita menanamkan cara menjlat ya? Beda lho.

Kita menanamkan cara bersikap yang baik, melakukan pekerjaan lebih, belajar meringankan pekerjaan orang lain, belajar menjadi orang yang bermanfaat (tetapi bukan dimanfaatkan).

Penutup

Demikian tulisan sederhana saya kali ini. Dengan cara membiasakan mendelegasikan pekerjaan kepada peserta didik, akan membantu mereka melibatkan diri, bertanggung jawab terhadap kepercayaan, melatih kejujuran, kepercayaan terhadap teman dan lain-lain.

Jika ada koreksi atas tulisan saya, silahkan tambahkan di kolom komentar. Trimakasih.

Belum ada Komentar untuk "Cara Konstruktif Melibatkan Peserta Didik yang Meringankan PekerjaanGuru"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel